Wednesday, 08 September 2010
 
  Halaman Depan arrow A r s i p arrow Artikel Tulisan arrow Mengenal Autis dan Tuna Grahita
 
Hari Ini
Rabu, 08 September 2010 || 29 Ramadhan 1431 Hijriah
Dirgahayu Indonesia
PRESTASIKITA.COM MENDUKUNG MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
Halaman Depan
Konsultasi
A r s i p
Buku Tamu
Pofil Kami
Kontak Website
Kirim Artikel
Galeri Software
Pengunjung Online
Saat ini ada 9 tamu online
PENGUNJUNG WEBSITE INI
mod_vvisit_counterHari Ini44
mod_vvisit_counterKemarin77
mod_vvisit_counterMinggu Ini195
mod_vvisit_counterBulan Ini494
Total Pengunjung Sejak 17 Maret 2008
Pengunjung: 84482
Arsip Terbaru
Advertisement


Mengenal Autis dan Tuna Grahita
Banyak diantar kita yang rancu membedakan antara autis dan tuna grahita. Tulisan ringkas ini mungkin bisa menambah informasi kita untuk lebih memahami dua hal tersebut, walaupun gejala-gejala yang diderita oleh anak autis dan  tuna grahita memiliki kemiripan.

Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.

Tanda - tanda Autisme

  • Tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
  • Hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
  • Mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
  • Tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
  • Hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)
  • Serasa dia punya dunianya sendiri
  • Tidak suka berbicara dengan orang lain
  • Tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain

Penyebab Autisme

Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder.

Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.

Tunagrahita

Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna berarti merugi. dan rahita berarti pikiran. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) berarti terbelakang mental.

Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai berikut:
  • Lemah fikiran ( feeble-minded)
  • Terbelakang mental (Mentally Retarded)
  • Bodoh atau dungu (Idiot)
  • Pandir (Imbecile)
  • Tolol (moron)
  • Oligofrenia (Oligophrenia)
  • Mampu Didik (Educable)
  • Mampu Latih (Trainable)
  •  Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat
  • Mental Subnormal
  • Defisit Mental
  • Defisit Kognitif
  • Cacat Mental
  • Defisiensi Mental
  • Gangguan Intelektual

 American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM, (p. 20), mendefinisian Tunagrahita sebagai kelainan: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes, yang muncul sebelum usia 16 tahun, yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif.

Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku. Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun.

Pengklasifikasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran menurut American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools (p. 100) sebagai berikut:  EDUCABLE Anak pada kelompok ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak reguler pada kelas 5 Sekolah dasar.

Untuk terapi autis, dikenal ada 4 metode terapi:
  • Terapi Perilaku
  • Terapi Wicara
  • Terapi Biomedik
  • Terapi Integrasi sensoris 

dikutip dari Wikipedia dan berbagai sumber

Comments
Add New Search
amalia  - terapi untuk tuna grahita   |17-10-08 22:24:36
Terapi untuk anak tuna grahita biasanya meliputi terapi:
* perilaku
* wicara
* educasi
wenti   |24-04-09 22:24:38
saya punya anak perempuan skrg berusia 17 tahun,kelas 7 smplb,apa yang dapat saya lakukan agar anak saya dapat belajar
dengan baik,karena dia sulit sekali untuk dapat memahami pelajaran apalagi matematika, mohon bantuan buat saya terima
kasih
Janniss  - tanda-tanda awal deteksi?   |26-07-09 21:07:40
terimakasih infonya.
bgmna mengetahui tanda2 awal deteksi anak yng mengalami masalah tersebut, jika kami sebagai guru
SMP menghadapi murid yg ditemui saat SMP?
gita   |18-09-09 15:37:12
ass.bgaimana menghadpi anak tunagrahita yang susah di ajak berbicara?atau tkut dengan orang lain?tlg jelaskn penyebab
tunagrahita dan penormalannya secara rinci tanpa bahasa asing yang sulit di mengerti masyrkt awam.terima kasih
betty wahyuningtyas   |10-12-09 21:08:48
apakah sama anak tunagrahita dengan retradasi mental???
ida  - mahasiswa plb   |26-02-10 16:57:39
boleh minta tolong gak, kira2 permasalahan yang paling banyak di hadapi oleh anak tunagrahita itu apa ya???????????????
soalnya saya liat di tempat saya itu biasa2 aja, btw thanks yaaaaaaaaaaaaa
Iin   |11-03-10 14:47:22
Pengalaman menyadarkan saya bahwa tidak bisa berharap banyak terhadap anak tuna grahita. Yang terpenting adalah
memberikan dia perhatian khusus dan pendidikan khusus disesuaikan dg porsinya, penguasaan terhadap dirinya sendiri agar
dia bisa mandiri. Harus extra sabar dan penuh kasih sayang. Anak saya Kenes (21) masih sekolah (home schooling) dan
alhamdulillah mampu terhadap dirinya sendiri. Mari kita sharing tentang ini, this is an interesting part. Terima kasih.
amanda  - autis & tuna grahita sama2 mrpkan anak berkebutuha   |11-03-10 16:09:37
klo sy sih memandangnya, ortu yg mempunyai anak autis tidak mau anaknya disamakan ataupun dikategorikan sbg anak tuna
grahita pdhl saat ini di Indonesia banyak anak autis yg tdk mampu sekolah dng anak lainnya dan hrs sekolah di SLB-C yang
mana sekoah tsb diperuntukan untuk tuna grahita ringan, nahhhh klo tdk mau disamakan mengapa ikut sekolah di
SLB-C?
autis sama spt anak tuna grahita, ada yg derajatnya ringan & ada yg sangat berat.
jadi mnrt sy, autis juga
merupakan tuna grahita.
jk sbg org tua kita berani bilang anak kita autis maka berani juga menghadapi kenyataan bhw
anak autis berbeda dng anak lainnya.
ini kenyataan, tdk usah malu dilabelkan sbg anak special needs, mmg kebutuhannya
berbeda koq..
salam, mhn maaf jk ada yg tdk berkenan.
dina - karyawati  - mencari homeschooling khusus tuna grahita   |12-04-10 10:45:27
sy memiliki adik perempuan yg tuna grahita saat berusia 29 th, namun krn srg bermasalah disekolah SLB C -nya..orgtua sy
memutuskan utk dirumahkan sj..akhirnya krn dirmh tdk brsosialisasi & kreatifitas tdk trsalurkan/ tdk terarahkan
belakangan ini mjd sensitif - temperamental .. mhon kiranya dpt mmberikan informasi& sarannya utk homeschooling khusus
bg tuna grahita. Trimaksih - Wassalam
nilalicious  - kakak saya tuna grahita   |30-04-10 16:00:48
Kakak perempuan saya tuna grahita, sekarang umurnya 39 tahun, juni 2010 nanti dia berumur 40 tahun. Di rumah, kondisi
sangat tidak kondusif untuk dia, karena ketika dia melakukan kesalahan karena keterbatasannya, ibu saya sering memaki
dan mengeluarkan kata kata kasar yang sama sekali menurut kami semua sangat tidak membantu perkembangan dia. Hal ini,
menurut kami semua karena keterbatasan pengetahuan ibu kami tentang pendidikan anak, dan bagaimana cara mendidik anak
dengan kondisi yang sedikit berbeda dengan anak lain pada umumnya. Maklum saja, ibu saya hanya lulusan SD, dan didikan
di kelurganya sangat keras dan feodalistik. Sangat sulit bagi kami untuk menghentikan hal itu, karena pengaruh ibu kami
sangat dominan di rumah, dan bahkan kami juga terbawa sikap ibu kami yang kadang tersebut.Kalau ingat hal itu, kami,
termasuk saya sangat menyesal. Yang positif dari kakak kami tersebut dia sangat percaya diri dan mempunyai semagat yang
besar. ...
John  - Anakku tak kenal dirinya.   |29-06-10 20:35:31
Syaloom, anak saya perempuan usia 14 thn. dirumah, yang paling ditakuti adalah ketika dia sendiri, dengan cepat dia
pergi tanpa ada yang tau. Mengenal dirinya saja sulit. Bahkan sampai usia sprti ini masih saja ngompol dan BB tanpa
disadari.Jika berjalan dekat parit/selokan, kadang jatuh juga ke dalam selokan. Karena sprtinya dia tidak tau bahwa hal
itu berbahaya bagi dirinya. Bagaimana agar dia bisa kenal dirinya? Tq.
Bambang Siswanto, S.Sos  - guru   |16-08-10 00:42:51
Assalamualaikum Wr.Wb. saya mau tanya metode yang cocok/ pas untuk menangani anak autis yg sekarang sedang sekolah SMP
caranya gimana dan alat peraga apa yg di pakai untuk memudahkan belajar. sedangkan utk anak MR/tunagrahita metode apa yg
pas dipakai dalam pembelajaran,juga bentuk standar soal tunagrahita itu yg gimana?
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Link Pencarian
Info Lowongan Kerja
Info Bea Siswa
Belajar Luar Negeri
Kerja Luar Negeri
Internet Murah
Hotel Murah
Tulisan Terpopular
Prestasikita.com | Close (X)
 
© 2008 Prestasi Kita. Informasi Sekolah dan Pelajar.
PRESTASIKITA Tangerang.